Make your own free website on Tripod.com

HAIKAL FANS CLUB

ELIMINASI

Enter subhead content here

haikal90.jpg

Yang paling pantes dieliminasi pas konser tanggal 12 Juni 2004 itu....
Waktu AFI 1 gue heran kenapa Rini tereliminasi, padahal saat di eliminasi, dia bagus banget, kenapa bukan Ve yang saat itu penampilannya gak prima. Gw jadi mikir, penonton AFI ngeliat apanya sih? Trus, soal juara2 di AFI I, gue tetep ngerasa ada yang salah sama urutan juaranya. :) yah itulah keajaiban yang terjadi di AFI, simpati bisa mendorong banyak pendukung; simpati karena keadaan, keindahan fisik, tingkah laku dll. bisa nutupin kemampuan akademia : teknik vokal, ekspresi, dan lain-lain.

Trus waktu awal2 AFI 2 gw heran lagi kenapa Bas (Bandung) gak masuk jadi akademia, tereliminasi di awal, gue pikir kenapa bukannya Lia? soalnya dari segi vokal, Bas lebih bagus, kalo Lia suka mleset2 dan aneh banget suara yang dia produksi (kalo kata mbak Ubiet sih kayak ada kentang panas), gue heran lagi, yang diliat apanya? Cuma, pas AFI2 udah mendingan, gue setuju2 aja dengan urutan eliminasi; sesuai dengan kemampuan mereka PLUS tingkah mereka di AFI2. The Big 5 emang pantes jadi the Big 5, mereka keren sekaliiiiiiii. Gak bisa prediksiin siapa yang bakal dieliminasi waktu mereka berlima, lumayan sedih juga ngeliat mami tiri di eliminasi, tapi gue juga gak bisa bayangin kalo Micky, Tia, Haikal dan Nialah yang dieliminasi saat cindy di eliminasi.

Bahkan sampe konser eliminasi yang tinggal berempat; Micky, Tia, Haikal, dan Nia, gue Cuma bisa bolak balik bilang "nah lo..", pas ngeliat Micky diposisi terbawah, trus tiba-tiba Haikal, trus tiba-tiba Nia. Tapi Adi Nugroho keren banget bawain acaranya terutama dalam hal memprovokasi penonton di TTA, dan dirumah; seperti misalnya nanyain sifat bagus akademia pada setiap penonton, atau nyuruh para pendukung untuk pamer yel-yel, atau ngingetin untuk kirim sms dan lain-lainya. Yang bisa dilakuin adalah nyerahin semuanya pada pendukung yang budiman. :-)

Soal konser kemarin, ini review selintas aja yah, gue gak bakal ngasih secara rinci tentang konser kemaren, soalnya pasti bisa ditonton lagi di indosiar di acara kilas konser, dan komentar-komentar komentator bisa diliat di tabloid Gaul (hehe, tabloid Gaul ikut2an blog ini tuh ngereview komentar komentator! Hehehe! GR? Biarin! Blog gue ini!). Keempat akademia itu tampil bagus; yang openingnya keren, gak kalah sama penampilan waktu mereka masih berlima bareng cindy, harmoninya bagus dengan lagunya gang kelinci sama lagu apa tuh, karya Alm Benyamin S ? Koreonya bagus dan lucu pula (hidup artul!). Trus masing-masing akademia nyanyi dua lagu, satu lagu yang diciptain khusus buat mereka, plus lagu orang lain, kata gue bagus-bagus aja, bisa diliat dari komentar si spicy commentator, mbak Iie yang gak terlalu boros ngomong kata saktinya "pitch control", atau "tempo", atau segala celaan mengenai teknik menyanyi, malah Mbak Iie sempet muji mbak Ubiet karena udah ngajarin akademia teknik falsetto, sehingga semuanya jadi bagus (Dari awal gue udah bilang, Ubiet emang keren! AFI 3 formasi pengajarnya rubah lagi gak ya?). Yang jelas gue terbengong2 kagum pas Bring Me To Life-nya Evanescence dinyanyiin sama Tia (feat. Micky), ITU TOP ABIS!!!!

NAH, dari semua yang ada di konser kemarin, yang paling pantes dieliminasi siapa coba? SUJIWO TEDJO! Yeah, right, the third commentator. Gue pribadi, bilang, cara mengomentarinya gak pas untuk acara semacam AFI, yang notabene adalah acara hiburan. He didn't give them any clues on how to be a good entertainer, malah cenderung menggantung dan tak menyambung, kalopun nyambung, misalnya soal ekspresi; tapi cenderung berbelit-belit. Sok berteater, sok filosofis. Dan satu hal yang gw gak begitu suka, adalah menyinggung2 masalah pribadi percintaan what-the-hell-ever antara Nia-Adit, trus nanyain soal Tia ke Haikal, trus juga bilang "Micky, kamu terlalu dekat dengan Cindy", lah? Itu kan porsinya program TV dan tabloid infotainment? :D hehehe. Beda sama Harry Rusli, yang walopun kadang2 suka melucu, suka ngejodoh2in dan menggaring pas komentar, tapi dia ngasih 'sesuatu', teknik menyanyi dan sebagainya, dengan cara straight to the point, dan gw suka cara Harry Rusli (yang walopun garing), ngasih support ke akademia supaya maju.

Eh jarang kan komentator di komentarin? Hmm, gue mau bilang komentator yang gue suka adalah, Lusi Rahmawati, Harvey M, Harry Rusli, Iszur, AB Three, Glenn, Uthe, Yovi Widianto; mereka ngasih masukan dan solusi teknik, mulai dari teknik nyanyi, sampe performance, memperlihatkan kalo mereka emang kompeten di industri entertainment, dan penyampaiannya ramah, cenderung memberi support, mungkin ada yang lainnya yah, tapi pas gue gak nonton aja. Yang gak gue suka : Meutia Kasim (duh, dia sekarang malah jadi komentatornya Indonesian Idol), Ingrid Widjarnako, Sujiwo Tedjo, semua komentarnya bikin gue bilang "what the f*ck?". Kalo mbak iie? She's the spiciest, pedes berats, dia nguasain teknik, emang ngasih masukan, tapi aduuuh ketusnya itu gak nahan, gue suka sama komen2nya, tapi sebel sama juteknya! Menurut kalian, siapa yang kalian suka dari semua komentator yang ada?

Btw, sedih juga ngeliat Nia dieliminasi, tapi sekali lagi, kalo ternyata kemarin yang dieliminasi itu Tia, Haikal atau Micky, gue juga ngerasa sayang banget. That was the very first time gw berkaca2 nonton acara kayak ginian aja, apalagi pas Micky nyanyi.

Nah, sekarang siapa yang dapet Chevrolet Avio? Prediksi gue adalah Tia, trus yang nempatin juara II : Micky, yang nempatin juara III itu Haikal. Itu gue liat dari kualitas performance dan dukungan polling yah, kalo minggu depan pas konser grandfinal yang keluar beda, kayaknya ajang AFI ini kudu dimasukan dalam keajaiban dunia ke 8!

Buat ibu K.C, tuh.. katanya kangen sama tulisan nyolot gue? Hihihihi...

Enter supporting content here